22% Bank Proses Transaksi Kartu Debit Berteknologi Chip
Senin, 10 Juli 2017

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 22% bank penerbit kartu ATM/debit telah memproses transaksi kartu chipmenggunakan spesifikasi standar nasional (national standard of Indonesia chip card spesification/NSICCS). Sesuai ketentuan, bank wajib mengganti 30% kartu ATM/debit yang diterbitkan dengan teknologi chip pada Januari 2019, dan secara bertahap menjadi 100% pada Januari 2021.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eni Panggabean menjelaskan, 80% mesin ATM telah dapat menerima dan memproses kartu ATM/debit dengan teknologi chip, dan 27% mesin ATM telah dilakukan perbaikan sistem (rollout) untuk dapat memproses kartu ATM/debit chip NSICCS.

"Kurang lebih 22% bank telah dapat memproses transaksi kartu chip NSICCS secara live. Kami optimistis untuk bank besar dapat memenuhi jadwal yang sudah ditentukan BI, sedangkan untuk bank kecil masih perlu kami dorong," ujar Eni di Jakarta, Jumat (2/9).

Saat ini, menurut dia, dari 10 bank yang disurvei, tujuh bank yang terdiri atas Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, dan Bank Panin telah menyelesaikan proses upgrade host and backend system. Sementara itu, tiga bank yakni BJB, BPR Supra, BPD DKI masih dalam progress.

Dia juga menjelaskan, 99,99% mesin electronic data capture (EDC) telah dapat menerima dan memproses kartu ATM/debit dengan teknologi chip, dan 38% telah dilakukan perbaikan sistem (rollout) untuk dapat memproses kartu ATM/debit chip NSICCS. "Mesin EDC hampir 100% karena selama ini juga harus menerima kartu kredit," terang dia.

Sementara itu, Head of Group Business Consumer Card PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem mengungkapkan, dari segi sistem pihaknya sudah siap untuk melakukan migrasi kartu. Hanya saja, dia mengaku, dari sekitar 17 ribu mesin ATM, terdapat 600-700 mesin tipe lama.

“Secara aturan pemilik mesin itu atau vendor harus mengajukan sertifikasi agar sesuai standar. Hanya dari kami memutuskan, untuk ganti mesin secara perlahan karena perbankan juga memiliki waktu hingga Desember 2021,” papar dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia mengundur jadwal implementasi teknologi chip secara penuh dari seharusnya pada Januari 2016 menjadi maksimal Januari 2021. Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, principal, penerbit, acquire, penyelenggara kliring, dan/atau penyelenggara penyelesaian akhir wajib telah selesai menyiapkan infrastruktur pada host and back end system untuk memproses kartu menggunakan standar nasional teknologi chip dan PIN online enam digit untuk kartu ATM/debit, paling lambat pada 30 Juni 2017. Setiap terminal ATM/EDC baru yang diadakan wajib dapat memproses transaksi kartu ATM/debit menggunakan standar teknologi chip dan PIN online enam digit untuk kartu ATM/debit, mulai 1 Juli 2017.

Penerbit pun diwajibkan telah menerbitkan kartu ATM/debit menggunakan standar nasional teknologi chip dan PIN online enam digit pada kartu ATM/debit, minimal 30% dari total kartu ATM/debit yang telah diterbitkan pada 1 Januari 2019, 50% dari total kartu ATM/debit yang telah diterbitkan pada 1 Januari 2020, 80% total kartu ATM/debit yang telah diterbitkan pada 1 Januari 2021, dan 100% total kartu ATM/debit yang telah diterbitkan pada 1 Januari 2021.

Sertifikasi ASPI

Di sisi lain Ketua Komite VII (Pengelola Standar) Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Santoso Liem mengatakan, pihaknya masih mengurus proses pengajuan sebagai pengelola standar nasional teknologi kartu chip di Indonesia atau NSCICCS (National Standard Indonesia Chip Card Specification). Jika BI memberikan izin, setiap vendor kartu atau mesin akan melalui proses sertifikasi oleh ASPI sebelum bank memakai mesinnya untuk transaksi kartu para nasabah.

“Dari ASPI meminta semua vendor dapat berpartisipasi, ini kompetisi sehat sehingga sepanjang mereka memenuhi syarat. ASPI akan mengumumkan vendor dari mana saja yang sudah memenuhi standar NSCICCS,” ungkap dia belum lama ini.

Santoso juga mengatakan, hal segera dikerjakan ke depan adalah berkaitan settlement di merchant. Selama ini perusahaan switching domestik baru dapat menggarap transaksi kartu debit di mesin automated teller machine (ATM). Oleh sebab itu, ke depan akan diupayakan settlement atas transaksi pembayaran lokal menggunakan kartu debit maupun kredit di merchant, dapat dilakukan pihak domestik.

“Sekarang sudah bisa itu di mesin ATM, tapi kalau merchant baru melalui Visa dan MasterCard. Nanti begitu ASPI jadi pengelola standar, dapat prinsipal yang ada, yakni perusahaan switching domestik,” jelas dia.

Hal tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan national payment gateway (NPG). Oleh karena itu, menurut Santoso, tidak menutup kemungkinan terkait prinsipal hanya dapat dilakukan oleh perusahaan switching yang ada sekarang. “Misalnya nanti ada perusahaan switching Himbara (Himpunan Bank-bank Milik Negara), ya silakan karena pemiliknya domestik,” tegas dia. [beritasatu.com]

EXISTENCE OPTIMA
PROJECT REFERENCE

Kartu ID Pegawai

Pekerjaan Total Solusi Kartu ID Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 2011 s/d Sekarang.
Kartu Java Combi Dual Interface (Chip Contact & Contactless)
Applet Match on Card (MOC) Biometric
Sistem Absensi Kepegawaian & Personalisasi d) Chip Contact and Contactless Reader

CMS e-KTP

Pekerjaan  Personalisasi Smart Card e-KTP NASIONAL Direktorat  Pengelolaan Infomasi  AdminIstrasi  Kependudukan,   Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri RI – KEMENDAGRI. 2011 s/d Sekarang.

Aplikasi Card Management System (CMS)  dan Aplikasi Integrasi Terkoneksi ke 22 unit Mesin Personalisasi kartu E-KTP (Perso Biro 1 di PNRI) dan 14 unit Mesin Personalisasi (Perso Biro 2 di Patra Jasa Tower)

Kartu e-Karip

Pekerjaan Total Solusi Kartu e-Karip (Kartu Identitas Pensiun) untuk PT Taspen (Persero) termasuk standard open platform untuk Seluruh Mitra Bayar (BRI, BTPN, PT POS, Bukopin, BTN, BNI, dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia) – 2012 s/d sekarang.
Kartu Java Chip Contact Card (certified by Visa, MasterCard, in progress untuk NSICCS (National Standard Indonesia Chip Card Specification), termasuk SAM Card
Applet Match on Card (MOC) Biometric c) Electronic Data Capture (EDC)/Reader
Enrollment, Verifikasi/Otentifikasi, Card Management System (CMS), Key Management System (KMS), Card Personalization System (CPS)

Smartcard Biometric

Pekerjaan Smartcard Biometric untuk PT Asuransi  Jiwa Inhealth (Subsidiary  PT Askes (Persero) berbasis kartu smartcard & EDC Biometric